Saya ingin berbagi pengalaman yg pernah saya dan beberapa teman saya temui selama beberapa kali naik bus antar kota.
Berikut ini beberapa trik/modus penipuan yang mungkin sebagian besar sudah sering ditemuin didalam bus antar kota.
1. Modus Kecopetan dan Menjual Jam Tangan
Biasanya modus penipuan ini disaat bus sedang menunggu jadwal pemberangkatan di terminal. Pelaku biasanya lebih dari 2 orang, dimana salah satu berpura2 habis kecopetan dan bingung hendak pulang ke daerah asal yang jauh.
Pelaku yang lain berpura2 simpatik dan berusaha menjualkan barang satu2nya berupa jam tangan imitasi (konon hasil oleh2 dari umroh di arab). Pelaku lainnya pura2 menawar dengan harga tertentu disebelah calon korban. Kata2 promosi lebay pun akan mempengaruhi si korban agar percaya bahwa jam tangan itu adalah asli dan harga diluaran sangat mahal.
2. Jual Burung Berkicau Palsu di Dalam Kardus/ Kertas Semen.
Cara ini juga dengan lebih dari 2 orang, pelaku utama pura-pura menjatuhkan burung yg baru dibelinya. Atau bilang pada calon korban ini burung beo yang pandai bicara. Pelaku lain didekatnya bersiul (menirukan menyahut seperti suara beo) atau bisa menggunakan suara ringtone HP yang telah disetting.
Burung yang dipakai biasanya jenis yang murah sekedar sebagai alat untuk menipu korban.Pelaku yang lain akan mencoba merayu calon korban tersebut dengan pura2 menawar dan uangnya tidak cukup. Ketika korban membeli dan hendak dibuka akan dicegah para penipu dengan alasan burung bisa stress jika dibuka didalam bus.
3. Oknum Asongan dan Pengamen Yang Memaksa
Ada beberapa oknum asongan yang memaksa korban untuk membeli dengan sengaja menjajakan barang dagangan dengan membagi2kan disetiap penumpang. Dengan sengaja oknum asongan memberi calon korban barang yang rusak.
Setelah diambil lagi dari depan kebelakang, oknum ini berpura2 kaget dan marah2 agar barang yang rusak dibeli oleh calon korban. (benda yang dijual biasanya berupa korek yang ada pisau atau senter dll.)
Ada pula beberapa oknum kelompok pengamen (biasanya berpura2 mabok) memaksa agar diberi uang lebih, kebanyakan korban bahkan dimaki2 jika hanya memberi receh. Ada juga yang membangunkan dengan kasar penumpang yang tidur.
4.Memberi Minuman/Makanan Yg Sudah Diberi Obat Tidur
Ya ini tentu agan2 sudah tahu karena sering diangkat di media modus pembiusan ini. Pelaku pura2 ramah dan mengajak ngobrol selama perjalanan. Biasanya agar korban tidak curiga, ada pelaku lain yang menyamar menjadi asongan.Di tempat yang sudah ditentukan pelaku pura2 membeli 2 minuman, tetapi yang satu sudah diberi obat tidur. Korban biasanya kurang waspada menerima minuman pemberian karena ia melihat baru dibeli dari pedagang asongan.
5. Lupa Gak Kasih Kembalian
Kalo ini gak semua seh, tapi memang beneran ada oknum kondektur bis yang sengaja (pura2 lupa) gak ngasih kembalian pada penumpang.
Kok bisa ?
Biasanya untuk uang pecahan besar 50-100 ribu penumpang diberi karcis dulu yg dikasih catatan uang kembali dibelakangnya.(seringkali belum ada kembalian)
Cara ini biasanya dilakukan pada saat jam padat dan korban adalah pembeli tiket dengan tujuan agak jauh. Beberapa hal yang membuat penumpang bisa lupa menanyakan kembalian misalnya mengantuk ketiduran dalam bus. Atau juga lansia yang biasanya mudah lupa. Dsb
6. Pura2 Habis Kerampokan
Pelaku biasanya usia 40 tahun keatas, berpura2 pada target korban meminta bantuan untuk beli tiket pulang. Kebanyakan berpura2 habis kecopetan atau kerampokan. Anehnya kenapa tidak minta bantuan aparat yang ada di terminal ?
Banyak korban akan merasa iba dan membantu, biasanya menipu seperti ini sering berpindah2 terminal bus agar gak ketahuan aksinya.
7. Menyamar sebagai Petugas Terminal
Biasanya pelaku memakai petugas berbaju mirip Departemen Perhubungan atau mirip baju kondektur bus. Kejadian seringkali pada malam hari disaat ketersediaan bus sudah berkurang dan terminal relatif sepi.
Calon korban digiring pada bus yang masih kosong lalu dimintai uang tiket oleh kondektur palsu, pura mengambil tiket yang ketinggalan penipu meninggalkan korban di bus. Lalu saat bus berjalan korban dimintai uang tiket lagi oleh kondektur asli, disinilah korban baru tersadar ketika ditipu.
Posting Komentar