-->
Home » » bisnis e-hate (bisnis online menyebar kebencian): Dampak dan Skemanya

bisnis e-hate (bisnis online menyebar kebencian): Dampak dan Skemanya

Written By Lens@ Bulletin on 7 Jan 2015 | 18.27



Entah kapan awal munculnya bisnis E-hate, dan siapa perintis bisnis ini. Yang pasti bisnis ini mulai merebak pada masa-masa pilpres hingga sekarang. Pelaku bisnis ini memanfaatkan follower untuk meraup pundi-pundi uang dengan cara yang bathil. Semakin banyak haters, mereka semakin untung. Kenapa bisa demikian?
Lihat lah sekema berikut ini:


Yang mereka lakukan adalah membuat tulisan yang provokatif, tidak peduli valid atau tidaknya data yang mereka ambil, yang penting bisa membuat pembaca tertipu dan menyebar tulisan tersebut atau bahkan membuat pembaca naik darah sehingga memaki-maki tulisannya. Semakin ramai komentar atau retweet, maka semakin banyak follower berdatangan. Sehingga nilai jual akun mereka semakin meningkat. Promosi pun juga semakin mudah  misalnya jual buku, jual kaos, cari donatur, pasang iklan dll. 

Internet, atau pemasang iklan seperti google adsense tidak bisa melacak mengapa portal/situs/fanpage bersangkutan bisa ramai pengunjung/like/share/hit/komentar. Yang penting pengunjungnya ramai terlepas apa yang diramaikan tersebut adalah pertengkaran, umpat-umpatan, atau bahkan saling ancam-mengancam.

Topik yang sering mereka ambil adalah soal politik dan agama. Sebab pada topik ini, banyak sekali perbedaan pendapat. Tinggal sulut dengan api kecil, meledak lah mereka. Pintarnya mereka adalah membolak balikkan fakta sehingga sulit sekali dianalisis di mana letak kebohongan mereka. Mereka juga sudah mempersiapkan jurus saktinya yaitu “NGELES”, jika kita telah mampu membongkar kebohongan tulisan mereka.


Masih ingat berita hoax mengenai salah satu pakar tafsir Indonesia, Prof. Quraish Shihab yang dituduh pengikut syiah dan sesat karena dipelintir penjelasan beliau mengenai Nabi muhammad tidak dijamin masuk surga. Bagi pendukung Prof. Quraish hal ini adalah suatu penghinaan besar, sebab seorang ulama mufasir penulis tafsir diinjak-injak oleh seorang penulis abal-abal. Akibatnya terjadilah perang argumen antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, antara pendukung Prof QS dan yg percaya kabar hoax tersebut.

Asal tahu saja, pelaku bisnis e-hate ini gemar memfitnah orang-orang besar yang memiliki banyak pendukung maupun pembenci. Tinggal membuat tulisan yang provokatif sehingga mampu menyulut amarah kedua belah pihak untuk saling menyerang. Maka semakin ramai pula yang mengunjungi blog atau fanpage orang tersebut tak peduli itu dari haters maupun pendukung. Tanpa disadari, mereka yang berperang lelah tanpa dapat apa-apa, mungkin hanya mendapat dosa saja, sedangkan pembuat tulisan menjadi terkenal dan mendapat uang banyak. Wow.. Cerdik sekali bukan?

Jika teman-teman masih meremehkan dampak negatif menyebar tulisan-tulisan hoax, provokatif, fitnah. Coba kita renungkan kembali asal muasal perang-perang terdahulu dari zaman Nabi, hingga zaman modern ini. Apa penyebab perang-perang tersebut. Masalah-masalah sepele bukan?
Masih ingatkah kalian Perang Teluk I yang melibatkan Irak, Kuwait dan Amerika Serikat dipicu oleh sebuah berita hoax yang sarat kebencian dan hasutann tingkat tinggi. Hoax nya sendiri berhasil dibongkar. Sayangnya, terungkap setelah ratusan ribu nyawa melayang sudah.

Kalau kalian mengira, perang Teluk ini ada masalah sentimen agama maka kalian salah besar. Ini 
sesungguhnya perseteruan Kuwait vs Irak. Di mana Kuwait dan sekutunya, Arab Saudi, “mengundang” Amerika Serikat untuk “menyelamatkan” mereka.

Jangan  menggadaikan kehormatan hanya untuk menunjukkan kebencian. Ruginya berlipat-lipat.
Membenci memang wajar, kita manusia biasa. Tapi menebar kebencian itu hal yang lain lagi. Don’t do it!

Ada banyak sekali sebenarnya kebaikan yang bisa kita tuai dan kita sebarkan via kecanggihan internet ini. Stay away dari macam-macam hasut dengki. Percayalah, kebencian itu seperti api. Yang sanggup membakar habis segalanya. SEGALANYA. Do not Support E-HATE. Say no to hoax! Stay positive! ;).


Bagikan Berita Ini :

Posting Komentar

 
Created by: Pecros.Com | Blog kocar kacir
Copyright © 2015. Rifan Herriyadi - All Rights Reserved